Siapkan SDM Unggul, PMII Pati Selenggarakan Seminar Kepemudaan

Suasana Seminar Kepemudaan oleh PMII Pati. Ahad (14/12/2019). Foto; Le' Rifa'i


#infopmii

Pati- PMII cabang Pati selenggarakan seminar kepemudaan dengan tema "Mempersiapkan Generasi Muda yang mempunyai SDM unggul dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045." Acara tersebut dilaksanakan di SMK NU Margorejo  Pati, pada Sabtu (14/12/2019).

Seminar dimoderatori oleh Ahmad Khoirun Ni'am, bersama narasumber M. Nor Efendi (wartawa) dan M. Iqbal Dawami (Penulis). Diikuti peserta dari kader dan anggota PMII kabupaten Pati, serta kader PMII cabang tetangga, se-pantura timur.

Pada kesempatan tersebut Efendi, sapaan akrab M. Nor Efendi menyampaikan, "Generasi PMII kalau bisa buat gerakan rumpun. Artinya berkomunal sesuai bidang keahlian masing-masing. Ini merupakan jalan untuk menyiapkan generasi unggul." Beliau juga mengarahkan kaula muda supaya bisa berbagi peran dengan sahabatnya dalam menjalankan tugas-tugas pergerakan, yang intinya berbagai tugas untuk manfaat. "Untuk menjadi manfaat kita perlu bekerjasama untuk sebuah kemanfaatan yang lebih."

Peserta seminar Kepemudaan berdiri untuk menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Foto; Le' Rifa'i


Sedangkan narasumber kedua yang akrab dipanggil Iqbal memberikan arahan kepada peserta yang hadir untuk menemukan apa minat bakatnya, yang terlahir bukan karena ikut-ikutan saja.  "Generasi muda Indonesia kalau mau Indonesia emas harus paham fashion-nya apa, apa yang telah menjadi gaya hidupnya sendiri tanpa tiru-tiru orang laim. Kemudian Istiqomah pada apa yang menjadi hobbinya." Ujarnya.

Ketua umum PC PMII Pati, Ah. Shoimul Mubarok mengutarakan acara tersebut bertujuan untuk mengajak kader dan anggota PMII khususnya, umumnya semua peserta yang hadir, untuk bersama-sama bersiap menghadapi satu abad Indonesia, dengan cita-cita Indonesia menjadi bangsa dan negara yang maju, dan digandrungi banyak orang seperti halnya emas.  "Tujuan kami adalah untuk mengajak kader dan anggota, serta peserta semuanya untuk bersama-sama menyiapkan diri menghadapi Indonesia emas di tahun 2045. Karena generasi muda sekaranglah yang akan mengisi Indonesia satu abad kelak, jadi kontribusi nyata dari pemudalah yang  mampu mewujudkan Indonesia emas. Kami pun sadar kalau tidak mungkin bisa mencapai Indonesia emas kalau SDM pemudanya biasa-biasa saja. SDM pemuda harus unggul untuk Indonesia Maju. Makanya kami mengambil tema tersebut dalam seminar kali ini." Jelas Shoim.  (Le' Mad)

Gerakku

Gerakku


#cerita

Assalamualaikum
Ini cerita yang tak perlu didengar. Karena akan mengganggu pendengaran bila tak paham maksudnya. Cerita singkat ini berisi hal fiktif yang pernah terjadi dalam dunia nyata. Berisi mimpi yang telah terlewati sebagai kenyataan. Tak ada sajak indah pula. Sebelumnya maaf.....
Suatu saat saya bertemu dengan sahabatku, kami pun ngobrol layaknya manusia lain yang kalau bertemu teman atau kenalan langsung komunikasi. Begitupun aku dan sahabatku.
Warung bu luluk depan kampus  itulah tempat kami ngobrol. Kurang lebih obrolan itu seperti berikut:
"Sahabat pernahkah menjadi kecil?" Tanyaku pada seorang yang sering tidur bersamaku.
"Pernah. Kau juga pernah kecil kan?"
"Pernah. Beda masa kecil dengan sekarang bat."
"Tentu. Karena kau sudah dewasa."
"Bukan itu bat. Coba lihat anak sekarang bat. Coba lihat lima, bahkan 10 th lalu. Mereka bermain dengan dunia nyata. Sekarang beda....."
"Memang beda zaman beda cara hidup. Aku kecil beda dengan mereka kecil. Aku bergerak sekarang beda dengan pergerakan zaman seniorku dulu. Iya beda caranya saja. Semangatnya jangan."
"Bat, bagaimana kau mengartikan pergerakan? Aku sudah lama hidup dalam lingkungan orang yang mengaku pergerakan. Tapi aku masih bingung dengan arti pergerakan sesungguhnya. Apakah pergerakan itu ngopi di Warkop, apakah pergerakan itu nyanyi, apakah pergerakan itu ngobrol, apakah pergerakan itu seminar, apakah pergerakan itu diakusi. Bat, coba beri aku penjelasan."
"Pergerakan bagiku simpel. Bergerak....."
"Bergerak yang bagaimana bat?"
"Bergerak yang sederhana tak perlu mewah asal itu bermanfaat untuk orang lain. Bergerak tak perlu kopi, tak perlu nyanyi, tak perlu seminar, bergerak hanya butuh keberanian........"
"Maksudnya bat?"
"Kita refleksi anak pergerakan sekarang. Tentu akan bingung dengan kondisi sekarang. Aku pun bingung. Mereka hanya pandai bernyanyi, berdiskusi, beretorika, di depan teman mereka sendiri. Suara mereka tak mampu didengar penguasa, suara mereka tak mampu mempengaruhi rakyat. Berbeda dengan para aktivis jaman  dulu. Mereka benar-benar agen of change, sebab berani tangan terkepal maju kemuka, dan itu bukan hanya nyanyian tetapi realisasi  pada lapangan. Kaum pergerakan sekarang kenapa begini, karena modal mereka kurang. Kurang berani...... Iya berani bertindak."
"Bat, kenapa demikian?"
"Pahami bat, tidak ada kesuksesan tanpa keberanian. PMII harus berani...."
Tangan terkepal dan maju kemuka.
Jepara, 07 Desember 2019